Skip to content

APN

Just another Landfoster site

Menu
  • Home
  • Indonesian
  • English
Menu

Thohir Yasin, Pesantren Mandiri Binaan BI dari Timur Indonesia

Posted on July 17, 2026July 17, 2026 by admin

Bank Indonesia (BI) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah berbasis pondok pesantren di Indonesia. Salah satu hasil nyata dari upaya tersebut terlihat pada Pondok Pesantren Salaf Modern Thohir Yasin yang berlokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Pesantren ini kini telah berhasil mencapai kemandirian ekonomi melalui berbagai program pembinaan yang diberikan oleh Bank Indonesia.

Transformasi Menuju Kemandirian Ekonomi Pesantren

Pondok Pesantren Thohir Yasin merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang telah mengalami transformasi signifikan dalam pengelolaan ekonomi dan keuangan syariah. Program pembinaan yang dilakukan oleh Bank Indonesia tidak hanya fokus pada aspek pendidikan keagamaan semata, namun juga mengintegrasikan pemahaman dan praktik ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari pesantren. Melalui pendekatan holistik ini, santri dan pengelola pesantren dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengelola keuangan secara syariah sekaligus mengembangkan unit-unit usaha produktif yang dapat menopang kebutuhan operasional pesantren.

Keberhasilan Pesantren Thohir Yasin menjadi contoh konkret bagaimana pondok pesantren dapat bertransformasi menjadi lembaga yang tidak hanya unggul dalam pendidikan agama, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Program ini melibatkan pelatihan manajemen keuangan syariah, pengembangan usaha produktif berbasis potensi lokal, serta penguatan literasi keuangan syariah bagi seluruh civitas pesantren. Dengan demikian, pesantren tidak lagi bergantung sepenuhnya pada donasi atau bantuan eksternal, melainkan mampu menghasilkanapatan sendiri dari berbagai unit usaha yang dikelola secara profesional dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Strategi Bank Indonesia dalam Pembayaan Pesantren

Bank Indonesia menyadari bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Dengan jumlah pesantren yang mencapai puluhan ribu dan santri yang tersebar di seluruh nusantara, pesantren menjadi basis potensial untuk diseminasi nilai-nilai ekonomi syariah kepada masyarakat luas. Oleh karena itu, BI merancang program pembinaan yang komprehensif mulai dari peningkatan kapasitas pengelola pesantren, fasilitasi akses permodalan syariah, hingga pendampingan pengembangan usaha produktif.

Program pembinaan ini dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik dan potensi lokal masing-masing pesantren. Di Pesantren Thohir Yasin misalnya, BI membantu mengidentifikasi potensi ekonomi lokal yang dapat dikembangkan, seperti pertanian, peternakan, kerajinan tangan, atau usaha perdagangan. Selanjutnya, pesantren dibimbing untuk mengembangkan unit usaha tersebut dengan manajemen yang profesional namun tetap berlandaskan prinsip syariah. Pendampingan berkelanjutan juga diberikan untuk memastikan keberlanjutan usaha dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren.

Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal dan Masyarakat

Kemandirian ekonomi yang dicapai oleh Yasin tidak hanya memberikan manfaat bagi pesantren itu sendiri, tetapi juga berdampak positif bagi ekonomi masyarakat sekitar. Unitunit usaha yang dikembangkan oleh pesantren sering kali melibatkan masyarakat lokal sebagai mitra ataukerja, sehingga menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Selain itu, praktik ekonomi syariah yang diterapkan di pesantren juga menjadi contoh dan pembelajaran bagi masyarakat tentang bagaimana mengelola ekonomi dengan prinsip-prinsip yang adil, transparan, dan berkah.

Dari perspektif yang lebih luas, keberhasilan program ini menunjukkan bahwa pesantren dapat menjadi motor penggerak ekonomi berbasis nilai-nilai Islam di tingkat grassroot. Model pemberdayaan pesantren yang dikembangkan oleh Bank Indonesia di Lombok ini diharapkan dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia, khususnya di wilayah timur yang memiliki banyak pesantren dengantensi ekonomi yang belum tergali maksimal. Dengan demikian, pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ekonomi umat yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Source: Republika

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Warung Makan di Cengkareng Cemas Hadapi Ancaman Gangguan Air PAM
  • Palestina Daftarkan 12 Situs Bersejarah ke UNESCO
  • Meninjau Makna Kembali kepada Al-Qur’an dan Al-Sunnah
  • Purbaya Ungkap Alasan Anggaran Pendidikan Belum Capai 20 Persen
  • Tajrid dan Kasab: Dua Pilar Perjalanan Spiritual Menuju Allah

Categories

  • Antara
  • CNN Indonesia
  • English
  • Indonesian
  • Republika
  • Tempo
©2026 APN | Design: Newspaperly WordPress Theme