Skip to content

APN

Just another Landfoster site

Menu
  • Home
  • Indonesian
  • English
Menu

PM Inggris Desak FIFA Selidiki Spanduk Las Malvinas Argentina

Posted on July 16, 2026July 17, 2026 by admin

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer secara resmi mendesak Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) untuk melakukan penyelidikan terhadap aksi para pemain timnas Argentina yang membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas” setelah berhasil mengalahkan Inggris di pertandingan semifinal Piala Dunia 2026. Insiden ini memicu ketegangan diplomatik antara kedua negara yang memiliki sejarah panjang sengketa teritorial atas Kepulauan Falkland atau yang disebut Las Malvinas oleh Argentina.

Kontroversi Spanduk di Semifinal Piala Dunia

Pert Dunia 2026 antara Argentina dan Inggris berlangsung dengan intensitas tinggi dan berakhir dengan kemenangan dramatis untuk Tango. Namun, euforia kemenangan tersebut berubah menjadi kontroversi ketika beberapa pemain Argentina terlihat membentangkan spanduk berukuran besar bertinas” di tengah lapangan saat merayakan kemenangan mereka. Aksi ini segera menarik perhatian media internasional dan memicu reaksi keras dari pemerintah Inggris yang menganggap tindakan tersebut sebagai provokasi politik tidak pada tempatnya dalam ajang olahraga.

Kepulauan Falkland atau Las Malvinas merupakan wilayah sengketa yang telah menjadi sumber ketegangan antara Inggris dan Argentina selama puluhan tahun. Perang Falklands pada tahun 1982 menjadi puncak konflik antara kedua negara, di mana Inggris berhasil mempertahankan kontrolnya atas kepulauan tersebut setelah Argentina mencoba merebut kembali wilayah yang mereka klaim sebagai bagian dari kedaulatan nasional mereka. Hingga kini, Argentina tetap mengklaim kepulauan tersebut sebagai bagian dari teritorial mereka, sementara Inggris mempertahankan kedaulatan atas wilayah yang dihuni sekitar 3.500 warga Inggris tersebut.

Respons Pemerintah Inggris dan Permintaan Sanksi

PMir Starmer dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa aksi yang dilakukan oleh para pemain Argentina tersebut merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip olahraga yang seharusnya bebas dari politik. Starmer menuntut FIFA untuk mengambil tindakan tegas dan melakukan investigasi menyeluruh terhadap insiden ini. Pemerintah Inggris menilai bahwa aj Piala Dunia seharusnya menjadi wadah pemersatu bangsa-bangsa, bukan tempat untuk memprovokasi konflik teritorial yang sensitif.

Kementerian Luar Negeri Inggris juga telah mengirimkan nota protes resmi kepada pak FIFA dan Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA). Dalam nota tersebut, Inggris menekankan bahwa tindakan pemain Argentina dapat dianggap sebagai bentuk pelanggaran terhadap Kode Etik FIFA melarang penggunaan acara sepak bola untuk tujuan politik propaganda. Pginginkan sanksi yang jelas, mulai dari denda hingga kemungkinan diskualifikasi, meskipun yang terakhir dianggap tidak realistis mengingat Argentina sudah lolos ke finalSejarah Rivalitas dan Politik dalam Sepak Bola

Ini bukan pertama kalinya isu Las Malvinas atau Kepulauan Falkland muncul dalam konteks sepak bola antara Argentina dan Inggris. Rivalitas kedua negara di lapangan hijau selalu diwarnai oleh konteks historis dan politik yang kompleks. Pertandingan paling ikonik antara kedua tim terjadi pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, hanya empat tahun setelah Perang Falklands, mana Diego Maradona mencetak gol kontroversial yang dikenal sebagai “Tangan Tuhan” sekaligus gol terbaik sepanjang masa dalam pertandingan yang sama.

Bagi rakyat Argentina, Malvinas bukan sekadar sial, tetapi bagian integral dari identitas nasional mereka. Klaimatas kepulauan tersebutiajarkan di sekolah-sekolah danenjadi narasi patriotik yang kuat dalam kesadaran kolektif masyarakat Argentina. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika sentimen ini kadang terbawa ke dalam konteks olahraga, terutama saat berhadapan dengan Inggris.Respons FIFA dan Kemungkinan Sanksi

Hingga saat ini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai permintaan penyelidikan dari Pemerintah Inggris. Namun, organisasi sepak bola dunia tersebut memiliki aturan tegas mengenai pemisahan politik dari olahraga. Statut FIFA Pasal 4secara eksplisit menyatakan bahwa diskriminasi dalam bentuk apa pun, termasuk penggunaan sepak bola untuk kepentingan politik, adalah hal yang dilarang. Komite Disiplin FIFA biasanya akan meninjau insiden semacam ini dan dapat menjatuhkan sanksi berupaenda kepada federasi sepak bola terkait atau bahkan kepada pemain terlibat.

Di sisi lain,ola Argentina (AFA) belum memberikan komentar resmi mengenai insiden ini. Beberapa analislahraga memprediksi bahwa AFA mungkin akan memberikan pernyataan bahwa aksi tersebut merupakan ekspresi spontan para pemain danukan bagian dari rencana resmi federasi. Namun, hal ini tetap tidakghilangkan tanggung jawab organisasi terhadap perilaku pemainnya diawah yurisdiksi FIFA.

Implikasi bagi Final Piala Dunia 2026

Kontroversi iniambah dramaturgi menjelang final Piala Dunia 2026, di mana Argentina akan menghadapi lawan mereka yang masih ditukan dari semifinal lainnya. Tekanan internasional dan sorotan media terhadap tim Argentina kemungkinan akan meningkat, dan akan beradaawah pengawasan ketat mengenai bagaimana mereka menangani situasi yang sensitif secara politis iniputusan FIFA dalam kasus ini akan menjadi preseden penting tentang sejauh mana organisasi akanakkan prinsip netralitas politik dalam sepak bola.

Bagi hubungan bilateral Inggris-Argentina, insiden ini menisan baru dalam seanjang ketegangan antara kedua negara. Meskipun dalam beberapa tahun terakhir terdapat upaya untuk meningkatkan hubungan diplomatik dan kerja sama ekonomi, isu Las Malvinas tetap menjadi titik sensitif yang dapat memicu ketegangan kapan saja. Dunia sepak bola sekali lagi menjadi saksi bahwa olahraga daneskirusnya terpisah, dalam praktiknya sering kali saling terkait erat, terutama ketika menyangkut isu-isu identitas nasional dan kedaulatan teritorial yang mendalam.

Source: CNN Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Posts

  • Warung Makan di Cengkareng Cemas Hadapi Ancaman Gangguan Air PAM
  • Palestina Daftarkan 12 Situs Bersejarah ke UNESCO
  • Meninjau Makna Kembali kepada Al-Qur’an dan Al-Sunnah
  • Purbaya Ungkap Alasan Anggaran Pendidikan Belum Capai 20 Persen
  • Tajrid dan Kasab: Dua Pilar Perjalanan Spiritual Menuju Allah

Categories

  • Antara
  • CNN Indonesia
  • English
  • Indonesian
  • Republika
  • Tempo
©2026 APN | Design: Newspaperly WordPress Theme